Ketika Programmer Bertemu dengan Bug

Spread the love

Okay, kali ini saya akan memberitahu apasih yang terjadi ketika programmer bertemu dengan bug ?

Regentechno – Ketika sedang serius dan kesungguh-sungguhan yang paling penuh dikeluarkan untuk ngoding tetapi hasilnya adalah BUGwhat is your feeling? Ya begitulah, namanya juga usaha ga semuanya berhasil tapi yang pasti kita dalam proses untuk berhasil, so ? Keep striving! Tapi jangan bersedih di akhir dari perbincangan kita, saya akan memberikan tips untuk mengatasi ya mungkin hampir semua bugs dalam hidup ini. Let’s start it!

  1. NANYA (KE ORANG)
    So pasti kalo ini mah, hampir semua orang pasti ngalamin ini terlebih lagi bagi mereka yang benar-benar newbie dalam dunia programming. Dan apalagi bagi kalian yang ‘tidak sengaja’ terjerumus dalam dunia programming, pasti! kerjaan nanya mulu kalo lagi dapat bugs. Ini jugalah salah satu kelemahan programmer Indonesia yang saya pernah bahas diartikel sebelumnya. Semoga waktu kalian baca ini udah sering nanya lagi ya..
  2. TERIAK
    Although ga menyelesaikan bugs dengan cara berteriak, tapi paling tidak ada emosi yang terlepas sedikit. Kejadian teriak ditengah-tengah ngoding yang menghasilkan bugs ini biasa dialami oleh Programmer yang Emosional. Mungkin kasusnya seperti ini :
    Sang programmer sudah mencoba sekian ribu cara namun apa daya si bug tak kunjung damai dengan programmer, jadi programmer pun menjadi emosi dan menghasilkan ledakan dari mulut berupa teriakan. Tapi kalau tempat kerjanya sempit dan ramai, lebih baik tahan2 ketika sampai rumah baru . . . TIDUR!!
  3. KEEP FOCUS AND TRY AGAIN
    Nah, untuk orang yang melakukan hal ini ketika bertemu bugs secara NATURAL/ALAMI artinya tanpa disuruh-suruh orang dulu ‘Cari dulu aja’ atau ‘Pasti dapat coba lagi’ berarti orang ini sudah dibilang memasuki dunia yang disukainya. Bagi agan-agan yang sudah merasa bahwa Anda adalah orangnya, selamat Anda sudah bisa dibilang jatuh cinta pada pekerjaan Anda dan sangat mudah bagi Anda untuk tetap fokus pada hobby Anda.
    Bisa dibilang tahap ini juga persiapan untuk memasuki tahap yang lebih tinggi dikarenakan Anda suka pada hobby Anda sehingga rela untuk meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk terus mencoba.
  4. DISKUSI
    Walaupun hampir terdengar sama seperti poin nomor 1 tetapi ada perbedaan yang cukup signifikan diantara keduanya. Jika poin 1 yang dimaksudkan bahwa orang yang memiliki bugs hanya bertanya atau bertanya sekedar memohon bantuan agar teman yang lebih hebat darinya membantu menyelesaikannya, tetapi diskusi ini berbeda. Ini adalah tahap dimana mungkin sang programmer telah melewati tahap 2 dan 3 tetapi tak kunjung ada hasil sehingga dia menyempatkan waktu untuk berdiskusi dengan yang lebih senior atau sesepuh-sesepuh.
    Tidak untuk menyelesaikan masalah tetapi lebih how to walk in the journey of the solution. Seperti contoh ada kasus yang cukup rumit yang membutuhkan kemampuan logika yang belum pernah ia hadapi sebelumnya, ketika sang junior programmer ini stuck, maka sesepuh programmer ini hanya memberikan arahan seperti penjelasan logika sederhana walau mungkin dengan sedikit kasus yang berbeda tapi sudah memberikan the way of solution sehingga junior programmer ini tinggal mencobanya sendiri atau walk IN the journey of solution.
  5. GOOGLE OR STACKOVERFLOW ASKER
    Yah kalo ini sih . . . ah sudahlah.
  6. STAND-ALONE DEBUGGER
    Inilah tahapan tertinggi Anda sebagai programmer yang menghadapi BUGS. Anda menyelesaikan semua bugs dengan sendiri alias mandiri tapi . . . dengan 5 cara diatas. Terlebih lagi orang-orang yang berada disini adalah yang sering bermain di tahap 5 dimana hampir semua masalah programmer Google solusinya!
    Dan ada prinsip bagi Anda untuk mencapai tahap disini, yaitu
    ‘Yakinlah bahwa Anda adalah programmer terbaik untuk menyelesaikan masalah yang kamu ‘buat sendiri’, ga ada orang lain selain kamu! Karena nte yang ngoding, nte juga yang ngerti!’
    Sehingga dengan prinsip diatas kita akan mengurangi penggunaan tahap 1, 2 dan mungkin 3.

Sekianlah cerita-cerita pertemuan programmer dengan bugs-nya. Keep looking forward to our articles! Bye!

Ketika Programmer Bertemu dengan Bug

Bagikan ke temanmu :
3 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *